Senin, 29 April 2013

JIKA AKU MENJADI MENTERI PEREKONOMIAN



Andai aku menjadi seorang menteri perekonomian? Judul tulisan ini membuat saya harus sejenak berandai-andai menjadi seorang menteri perekonomian. Tentu bukan hal yang mudah. Menjadi menteri merupakan sebuah tanggung jawab yang cukup besar, karena mengemban suatu jabatan public dalam suatu pemerintahan. Harus memiliki kemampuan lebih dalam bidang yang bersangkutan guna memajukan perekonomian yang menjadi lebih baik lagi. Sebelum berandai-andai lebih jauh, ada baikmya kita mengetahui terlebih dahulu kondisi perekonomian di Indonesia saat ini dan juga masalah-masalah perekonomian yang pernah terjadi di Indonesia.
Kondisi perekonomian kita dari dulu hingga sekarang masih sangat lemah. Dimulai pada tahun penjajahan sebelum merdeka banyak daerah kepulauan kita dijajah oleh penjajah, sehingga membuat rakyat kita miskin dan melarat. Banyak juga rakyat kita yang dijadikan budak oleh para penjajah tanpa diberikan bayaran dan istirahat yang cukup. Kemudian kita ke zaman setelah kemerdekaan, masih dalam ekonomi yang lemah menuju kepada perkembangan ekonomi sampai zaman orde baru. Setelah zaman orde baru berjalan dalam beberapa dekade baru dapat memajukan ekonomi bangsa kita. Dan jatuh lagi pada akhir tahun 1998 dengan ditandai krisis ekonomi global, diamana banyak perusahaan swasta maupun perusahaan negara mengalami kebangkrutan dan pemutusan hubungan kerja sehingga banyak pengangguran pada saat itu.
Hampir setiap negara banyak mengalami masalah dalam membangun ekonomi negaranya, termasuk di Indonesia. Dari dulu masalah yang selalu ada dalam ekonomi kita adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi modern menyangkut permodalan besar yang berhubungan dengan perbankan, seperti kredit dan peminjaman. Sehingga menghambat perkembangan ekonomi negara kita. Masalah selanjutnya tentang sumber daya manusia yang kurang (SDM). Mengapa demikian? Karena kurangnya masyarakat yang mendapatkan pendidikan yang bagus dan layak serta mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat kelas bawah. Sehingga mengakibatkan kurangnya sumber daya manusia yang bermutu dan mengakibatkan trerhambatnya pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Karena dengan kurangnya pendidikan mengakibatkan kurangnya pemahaman masyarakat akan ekonomi modern dan menciptakan lapangan kerja sendiri. Masalah yang ketiga adalah inflasi dimana tingkat mata uang negara asing melonjak tinggi. Inflasi tidak hanya ditandai dengan tingkat mata uang asing, namun dapat juga ditandai dengan meningkatnya harga suatu barang namun persediaan barang tersebut hanya sedikit. Masalah yang keempat dan yang paling utama pada saat ini adalah korupsi, dimana para menteri kita semakin banyak lebih mementingkan kehidupannya sendiri di bandingkan kesejahteraan rakyatnya.
Kita kembali lagi ke topik utama , Jika aku menjadi menteri perekonomian? Suatu impian yang sangat besar yang semua orang impikan, mengapa? Banyak hal yang seseorang inginkan dalam hidup ini, namun bagaimapun itu setiap orang wajib berusaha keras untuk memenuhi keinginanya. Jika saya menjadi seorang menteri perekonomian di Indonesia mungkin itu suatu tanggungjawab yang sangat berat yang harus saya pikul, mengapa? Karena tugas utama sebagai seorang menteri adalah mensejahterakan rakyatnya.
Banyak menteri-menteri kita yang lupa akan tugas utama sebagai seorang menteri. Mereka lebih mengutamakan kehidupannya masing-masing. Apakah hal ini disebut menteri yang sesungguhnya? Jika saya menjadi seoarang menteri perekonomian hal yang pertama yang akan saya lakukan saya akan berusaha untuk selalu mensejahterakan rakyat, terutama rakyat-rakyat kecil yang banyak di daerah yang kurang terjangkau dimata kita semua. Dengan memberikan kredit lunak dan pemahaman tentang bagaimana cara mendirikan usaha kecil dan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi bangsa Indonesia.  Memang menjadi seorang menteri itu tidak mudah. Kita harus selalu menahan ego serts hawa nafsu kita sendiri. Tapi dibalik itu semua kita bisa merubah sedikit ekonomi kita dengan cara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar