A.
Pendahuluan
Ekonomi Makro adalah ilmu yang mempelajari secara
keseluruhan tentang kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam
perkonomian seperti perusahaan dam individu. Masalah-masalah kebijakan ekonomi
makro:
1.
Masalah
jangka pendek atau masalah stabilisasi.
Meliputi;
a.
Inflasi
Suatu
proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu)
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
b.
Pengangguran
Istilah
untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja
kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha
mendapatkan pekerjaan yang layak.
c.
Ketimpangan neraca pembayaran.
2. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Meliputi;
a. Pertumbuhan penduduk
b. Pertambahan kapasitas produksi
c. Ketersediaan dana investasi
B.
Pengaruh
Variabel-Variabel Ekonomi Makro dalam Perekonomian
Perlu
diketahui bahwa karakter ekonomi indonesia ini termasuk dalam kategori Small Open Economy
yang berarti bahwa kondisi perekonomian indonesia dipengaruhi tidak hanya
karena perekomian di dalam negeri namun juga dipengaruhi oleh perekonomian yang
terjadi di negara-negara maju serta beberapa negara yang termasuk negara tujuan
ekspor. Itu artinya Indonesia punya tantangan tersendiri untuk berusaha
menyeimbangkan pasar keuangan internasional dengan pasar keuangan nasional.
Variabel-variabel
makro ekonomi yang berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian
di Indonesia, yaitu :
a.
Konsumsi
Konsumsi adalah pembelanjaan atas
barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan pembelanjaan tersebut. Teori
Konsumsi adalah teori yang mempelajari
bagaimana konsumen itu memuaskan kebutuhannya dengan pembelian atau penggunaan
barang dan jasa. Sedangkan pelaku konsumen adalah bagaimana ia memutuskan
berapa jumlah barang dan jasa yang akan dibeli dalam berbagai situasi.
Fungsi konsumsi adalah suatu kurva
yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam
perekonomian dengan pendapatan nasional (pendapatan disposebel)
perekonomian tersebut. Fungsi konsumsi dapat dinyatakan dalam persamaan : i.
Fungsi konsumsi ialah : C = a + By.
Dimana a adalah konsumsi rumah tangga ketika pendapatan nasional adalah 0, b
adalah kecondongan konsumsi marginal, C adalah tingkat konsumsi dan Y adalah
tingkat pendapatan nasional.
b.
Investasi
Investasi adalah pembelian alat-alat
modal, persediaan dagang / inventori, dan struktur usaha, termasuk pembelian
rumah baru untuk rumah tangga. Investasi dihubungkan dengan sektor bisnis yang
ditambahkan kepada persediaan modal fisik. Investasi swasta (private
investment) adalah output dari perusahaan yang disimpan untuk perusahaan
itu sendiri. Investasi swasta terdiri dari :
·
Inventory Investment, termasuk
didalamnya semua perubahan dalam persediaan bahan baku (raw materials),
perlengkapan, dan produk akhir yang dihasilkan oleh perusahaan.
·
Fixed Investment, termasuk didalamnya semua produk
yang dibeli oleh perusahaan yang tidak ditujukan untuk dijual kembali, terdiri
dari residential dan nonresidential investment.
c.
Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah adalah anggaran dana yang
dikeluarkan oleh pemerintah untuk keperluan negara ataupun daerah. Adapun APBN
dibedakan menjadi dua yaitu pengeluaran untuk belanja dan pengeluaran untuk
pembiayaan. Faktor yang mempengaruhi pengeluaran pemerintah adalah jumlah
penduduk. Pertumbuhan pengeluaran rutin secara signifikan dipengaruhi oleh
investasi swasta, jumlah penduduk dna pertumbuhan ekonomi. Sedangkan faktor
yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan pengeluaran pembangunan juga jumlah
penduduk. Jumlah penduduk merupakan faktor yang paling besar mempengaruhi
pengeluaran pemerintah terutama terhadap pengeluaran pembangunan. Dengan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi disatu sisi akan mengurangi pengeluaran rutin
dan pada sisi lain akan meningkatkan pertumbuhan pengeluaran pembangunan
pemerintah. Pemerintah mempunyai peranan penting dalam perekonomian untuk
kesejahteraan rakyat. Pengeluaran pemerintah terus berkembang sejalan dengan
tahap perkembangan ekonomi suatu negara. Pada tahap awal perkembangan ekonomi
diperlukan pengeluaran negara yang besar untuk investasi pemerintah. Utamanya
untuk infrastruktur seperti sarana jalan, kesehatan, pendidikan dll. Wagner
mengatakan berdasarkan pengamatan dari negara-negara maju, disimpulkan bahwa
dalam perekonomian suatu negara, pengeluaran pemerintah akan meningkat sejalan
dengan peningkatan perkapita negara tersebut.
d.
Ekspor – Impor
Ekspor adalah kegiatan perseorangan atau badan hukum
yang menjual barang keluar negeri. Impor adalah kegiatan perseorangan atau
badan hukum yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual kembali didalam
luar negeri. Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor-impor, yaitu kebijakan
pemerintah dibidang perdagangan luar negeri, keadaan pasar luar negeri,
kemampuan eksportir memanfaatkan peluang pasar.
Ekspor-impor merupakan faktor penting dalam merangsang
pertumbuhan ekonomi, melihat SDA yang kita miliki sangat melimpah. Investasi
dalam berbagai bentuknya memberikan banyak pengaruh kepada perekonomian karena
terciptanya investasi akan membawa pada kegiatan ekonomi tertentu. Untuk
meningktakan ekspor-impor maka pemerintah dan masyarakat harus menaruh
perhatian penuh pada potensi-potensi daerah untuk kemajuan ekspor dan
barang-barang komoditi ekspor maupun impor. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat
ditunjang oleh sektor ekspor-impor yang signifikan.
e.
Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah
yang diterima oleh seluruh rumah tangga (RTK) disuatu negara dari penyerahan
faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional, yaitu :
·
Permintaan agregat dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan
hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai
dengan harga. Sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara
keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh
perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
·
Konsumsi dan tabungan
Antara konsumsi dan tabungan serta
pendapatan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat
keynes yang dikenal dengan “phsycological consumption” yang membahas tentang
tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
·
Investasi
Pengeluaran untuk investasi
merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat. Ekonomi
berarti memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negara.
Pertumbuhan ekonom berarti pertumbuhan barang dan jasa atau produsen disuatu
negara. Ketika pendapatan nasional tumbuh lebih tinggi (dengan asumsi bahwa
tingkat inflasi tidak meningkat) tabungan masyarakat bisa lebih tinggi.
Demikian juga kemudian meningkat investasi. Dan kemudian dengan bertumbuhnya
pendapatan nasional maka permintaan akan barang dan jasa meningkat sesuai dengan
konsumsi masyarakat. Untuk memenuhi tingginya permintaan dipasar, maka mereka
berinvestasi untuk memproduksi barang dan jasa.
SUMBER :







