Awalnya,
akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan
dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Sebagai permulaan, sistem pembukuan
berpasangan (double-entry bookkeeping), yang umumnya dianggap sebagai
awal penciptaan akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari
negara-negara kota di Italia pada abad ke-14 dan 15. Perkembangannya didorong
oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa akhir
abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan
pajak terhadap transaksi komersial. Pada abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan
ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian
akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah
Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin di dunia barat. Bagi banyak negara,
akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang
melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
Dalam
berkembangnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
akuntansi dalam konteks global, para ahli ada yang berpendapat bahwa secara
sistematis terdapat perbedaan pola perilaku akuntansi yang diterapkan di
berbagai Negara. Hal ini dapat dilketahui dengan mengidentifikasi perbedaan dan
kesamaan system akuntansi pada suatu Negara. Esensinya adalah bahwa klasifikasi
akuntansi dan system pelaporan yang dipengaruhi seperti oleh masalah ekonomi
dan politik.
Perkembangan
tersebut meliputi hal-hal berikut ini :
1.
Sekitar
abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan.
Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk
pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
2.
Pada
abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik.
Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada
personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk
merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang
tidak pasti hubungannya dan abstrak.
3.
Penerapan
sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang
lain.
4.
Abad
ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah
untuk jenis barang yang berbeda.
5.
Dimulai
dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan
perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi
mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan
akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep
mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
6.
Metode-metode
untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
7.
Sampai
dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada
barang dagangan yang tidak terjual.
8.
Akuntansi
biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
9.
Pada
paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik
akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual10. Akhir abad
ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
10.
Di
abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu
kompleks
Ada 8 (delapan)
factor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional:
1. Sumber
pendanaan
2. Sistem
Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan
Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat
Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat
Pendidikan
8. Budaya
PENGARUH BUDAYA PADA SISTEM AKUNTANSI
Dalam akuntansi,
pentingnya budaya dan sejarah kini semakin diakui. Meskipun kurangnya perhatian
terhadap dimensi ini di masa lalu dalam literatur klasifikasi internasional,
Harrison dan McKinnon (1986) mengusulkan suatu kerangka metodologi
menggabungkan budaya untuk menganalisis perubahan dalam peraturan pelaporan
perusahaan keuangan di tingkat negara secara spesifik. Budaya dianggap sebagai
elemen penting dalam kerangka untuk memahami bagaimana sistem sosial berubah
karena pengaruh budaya dan nilai-nilai norma dan perilaku kelompok dalam dan di
seluruh sistem. Melengkapi pendekatan ini, Gray (1988) mengemukakan bahwa
kerangka teoritis yang menggabungkan budaya dapat digunakan untuk menjelaskan
dan memprediksi perbedaan-perbedaan internasional dalam sistem akuntansi dan
untuk mengidentifikasi pola perkembangan akuntansi internasional. Gray
berpendapat bahwa budaya, atau nilai-nilai sosial, pada tingkat nasional dapat
diharapkan untuk menyerap subkultur organisasi dan kerja, meskipun dengan
berbagai tingkat integrasi. Sistem akuntansi dan praktek dapat mempengaruhi dan
memperkuat nilai-nilai sosial.
Dalam
berkembangnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
akuntansi dalam konteks global, para ahli ada yang berpendapat bahwa secara
sistematis terdapat perbedaan pola perilaku akuntansi yang diterapkan di
berbagai Negara. Hal ini dapat dilketahui dengan mengidentifikasi perbedaan dan
kesamaan system akuntansi pada suatu Negara. Esensinya adalah bahwa klasifikasi
akuntansi dan system pelaporan yang dipengaruhi seperti oleh masalah ekonomi
dan politik.
Ada 4 (empat)
pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:
1.
Berdasarkan
pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk
meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.
Berdasarkan
pendekatan mikroekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi.
Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk
bertahan hidup.
3.
Berdasarkan
pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang
secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan
kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya
diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan
seperti ekonomi.
4.
Berdasarkan
pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat
untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran,
pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas
pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam
mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Pembedaan antara penyajian wajar
dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak
permasalahan akuntansi. Akuntansi hukum umum berorientasi pada kebutuhan
pengambilan keputusan oleh investor luar. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang
untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba
kena pajak atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional. Setelah tahun
2005, seluruh perusahaan Eropa yang mencatatkan sahamnya akan menggunakan
akuntansi penyajian wajar dalam laporan konsolidasinya karena mereka akan
menggunakan IFRS.
Soal:
1.
Satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan
dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan
cenderung sangat lengkap merupakan definisi dari
a)
Sistem Hukum
b)
Pepajakan
c)
Sumber Pendanaan
d)
Tingkat Perkembangan Ekonomi
2.
Perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk
isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk
perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun,
sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa
keuangan (financial engineering) terjadi pada abad ke
a)
17
b)
18
c)
19
d)
20
3.
Sistem pembukuan berpasangan (double-entry
bookkreping) yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi
berawal dari negara di
a)
Italia
b)
Skotlandia
c)
Amerika
d)
Jepang
4.
Ada delapan faktor yang memiliki pengaruh
signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi kecuali ?
a)
Sumber pendanaan
b)
Sistem hukum
c)
Perpajakan
d)
Periklanan
5.
Siapa yang mengungkapkan bahwa kerangka
teoritis yang menggabungkan budaya dapat digunakan untuk menjelaskan dan
memprediksi perbedaan-perbedaan internasional dalam sistem akuntansi ?
a)
Gray (1988)
b)
Mulyadi (2000)
c)
Keiso
d)
Harrison dan McKinnon (1986)
Referensi:








Tidak ada komentar:
Posting Komentar