Latar Belakang Masalah Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) dalam negeri menyebabkan perubahan perekonomian secara
drastis. Kenaikan BBM ini akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang dan
jasa-jasa di masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa ini menyebabkan tingkat
inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan mempersulit perekonomian masyarakat
terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap.Jika terjadi kenaikan harga BBM
di negara ini, akan sangat berpengaruh terhadap permintaan (demand) dan
penawaran (supply). Permintaan adalah keinginan yang disertaidengan kesediaan
serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan (Rosyidi,2009:291).
Sementara penawaran adalah banyaknya jumlah barang dan jasa yangditawarkan oleh
produsen pada tingkat harga dan waktu tertentu.Permintaan dari masyarakat akan
berkurang karena harga barang dan jasa yang ditawarkan mengalami kenaikan.
Begitu juga dengan penawaran, akan berkurang akibat permintaandari masyarakat
menurun. Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi melonjak akibat darinaiknya
biaya produksi dari barang dan jasa. Ini adalah imbas dari kenaikan harga BBM.
Halini sesuai dengan hukum permintaan, “Jika harga suatu barang naik, maka
jumlah barangyang diminta akan turun, dan sebaliknya jika harga barang turun,
jumlah barang yangdiminta akan bertambah” (Jaka, 2007:58).
Masalah lain yang akan muncul akibat dari kenaikan harga BBM adalah
kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi karena dampak
kenaikan harga barang dan jasa yang terjadiakibat komponen biaya yang mengalami
kenaikan. Kondisi perekonomian Indonesia juga akan mengalami masalah. Daya beli
masyarakat akan menurun, munculnya pengangguran baru, dan sebagainya.Inflasi
yang terjadi akibat kenaikan harga BBM tidak dapat atau sulit untuk dihindari,
karena BBM adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang.
Disisi lain, kenaikan harga BBM jugatidak dapat dihindari, karena membebani
APBN. Sehingga Indonesia sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik itu
tingkat investasi, maupun pembangunan-pembangunan lain yang dapat memajukan
kondisi ekonomi nasional.Dengan naiknya tingkat inflasi, diperlukan
langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan untuk mengatasinya, demi menjaga
kestabilanperekonomian nasional. Diperlukan kebijakan pemerintah, dalam halini
Bank Sentral yakni Bank Indonesia untuk mengatur jumlah uangyang beredar di
masyarakat. Jumlah uang yang beredar dimasyarakat ini berhubungan dengan
tingkat inflasi yang terjadi.Banyaknya uang yang beredar di masyarakat ini
adalah dampak konkret dari kenaikan harga BBM.
Bank Indonesia selaku lembaga yang memiliki wewenang untuk mengatasi masalah
ini, selain pemerintah tentunya, bertugas untuk mengatur jumlah uang yang
beredar di masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengatasi
inflasi ini adalah dengan mengatur tingkat suku bunga. Kebijakanmenaikan dan
menurunkan tingkat suku bunga ini dikenal dengan sebutanpolitik diskonto yang
merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter.
Adapun masalah-masalah yang akan
dibahas adalahmengenai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
terhadap perekonomian Indonesia, yang didalamnya juga berdampak pada tingkat inflasi.
Masalah ini diambil karena kenaikan harga BBM dapatmempengaruhi kondisi
perekonomian nasional.
1. Apa saja dampak dari kenaikan harga BBM?
2. Bagaimana dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi dan perekonomian
Indonesia?
3. Bagaimana langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi inflasi yang
disebabkan oleh kenaikan harga BBM?
Deskriptif Negara Indonesia dikenal dengan salah satu penghasil minyak
dunia, namun saat ini Indonesia juga merupakan salah satu negara pengimpor
minyak. Hal ini disebabkan karena tiap tahun produksi minyak Indonesia semakin
berkurang, sedangkan pemakai akan konsumsi minyak atau BBM tersebut semakin
bertambah. Sehingga kenaikan harga minyak menjadi momok yang sangat menakutkan
bagi NKRI ini, selama ini pemerintah harus mengeluarkan dana subsidi untuk BBM
yang diambil dariAPBN, sehingga kita dapat membeli BBM dengan murah akibat
adanya subsidi BBM tersebut. Tetapidengan naiknya harga minyak di dunia
pemerintah tidak dapat menjual BBM kepada masyarkatdengan harga yang sama
dengan harga yang sebelumnya karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN
untuk subsidi BBM semakin tinggi, dan hal ini dapat membuat kacaunya RAPBN yang
telah dirumuskan oleh pemerintah sebelumnya. Maka pemerintah mengambil
kebijakan untukmenaikan harga bbm.Ada indikasi terhadap penyelewengan –
penyelewengan dalam pendistribusian bahan bakar minyak.Di beberapa tempat
bahkan muncul spekulasi akan kenaikan harga BBM jadi mereka melakukanpenimbunan
BBM agar dapat dijual dengan harga tinggi pada saat harga BBM itu naik. Padahal
untuk saat ini tidak aka nada kenaikan untuk BBM bersubsidi yang ada adalah
pengurangan BBM bersubsidi itu sendiri maupun kenaikan harga pada sector BBM
yang tidak bersubsidi. Pemerintahpun menunda waktu pelaksanaan program BBM
bersubsidi yang pernah dicanangkan bahwa BBM bersubsidi hanya akan di berikan
terhadap kendaraan kendaraan tertentu.Hal ini sedikit banyak mempengaruhi
perekonomian Indonesia karena dengan adanya penimbunan BBM tersebut masyarakat
mengalami kesulitan untuk mendapatkan BBM. Dan kelangkaan itu sangat
berpengaruh terhadap harga BBM di pasaran. Hal ini pulalah ( harga BBM ) yang
mempengaruhi sebagian besarharga komoditas.
Karena harga BBM naik maka biaya pengangkutan juga akan naik, dan bila
harga pengangkutan naik maka harga kebutuhan bahan pokok juga akan naik, dan
bilaharga kebutuhan pokok naik maka daya beli masyarakat terhadap suatu
barangakan menurun. Daya beli masyarakat yang menurun tentu dapat mempengaruhi pendapatan
nasional Indonesia. Dan oleh karena itu pemerintah diharapkan untuk lebih untuk
melakukan pengawasan yang ketat terhadap sepukaln BBM, karenahanya dengan
spekulasi harga BBM yang akan naik, “ hanya spekulasi “ hal itudapat sangat
mempengaruhi perekonomian Indonesia.Bahkan hanya karena spekulan ini, Indonesia
pernah mengalami deficit sekitar 0.6% di tahun 2010 lalu. Diharapkan tahun ini
tidak akan terjadi kenikan BBM lagi.Karena dikhawatirkan jika harga BBM naik
maka tingkat Inflasi Indonesia juga akannaik. Dan jika peraturan BBM bersubsidi
telah diterapkan maka diperkirakan target inflasi pemerintah sebesar 5 plus
minus 1% akan sulit tercapai.Terdapat empat faktor yang menyebabkan harga
minyak naik pada saat ini antaralain :
1.Invasi Amerika kepada Irak , ini menyebabkan ladang minyak di Irak tidak
dapatberfungsi secara optimal sehingga supply minyak menurun
2.Permintaan minyak yang cukup besar dari negara China & India
3.Badai katrina dan badai rita yang melanda melanda daerah Amerika Serikat
danmerusak kegiatan produksi yang berada di daerah teluk Meksiko
4.Ketidakmampuan OPEC menstabilkan harga minyak dunia
Apakah pengaruh kenaikan BBM terhadap kondisi perekonomian rakyat Indonesia?
Dalam situasi ekonomi masyarakat yang sulit, maka kenaikan BBM bisa kontra produktif.
Kenaikan harga BBM akan menimbulkan kemarahan masal,sehingga ketidakstabilan
dimasyarakat akan meluas (Hamid, 2000:144).Sebagian masyarakat merasa tidak
siap untuk menerima kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM ini merupakan tindakan
pemerintah yang beresiko tinggi.Berikut dampak yang di hasilkan apabila harga
BBM dinaikkan :
1) Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi lebih mahal.Harga barang dan
jasa akan mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknyabiaya produksi sebagai
imbas dari naiknya harga bahan bakar.
2) Apabila harga BBM memang dinaikkan, maka akan berdampak bagiperekonomian
khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)
3) Meningkatnya biaya produksi yang diakibatkan oleh: misalnya hargabahan
baku, beban transportasi dll.
4) Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus.
5) Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran. Dengan meningkatnyabiaya
operasi perusahaan, maka kemungkinan akan terjadi PHK.
6) Inflasi akan terjadi jika harga BBM mengalami kenaikan. Inflasi yang
terjadi karena meningkatnya biaya produksi suatu barang ataujasa.Jika terjadi
kenaikan harga BBM, maka akan terjadi inflasi. Terjadinya inflasi ini tidak
dapat dihindari karena bahan bakar, dalam hal inipremium, merupakan kebutuhan
vital bagi masyarakat, danmerupakan jenis barang komplementer. Meskipun ada
berbagai carauntuk mengganti penggunaan BBM, tapi BBM tidak dapat
dipisahkandari kehidupan masyarakat sehari-hari.Inflasi akan terjadi karena apabila
subsidi BBM dicabut, harga BBMakan naik. Masyarakat mengurangi pembelian BBM.
Uang tidaktersalurkan ke pemerintah tapi tetap banyak beredar di
masyarakat.Jika harga BBM naik, harga barang dan jasa akan mengalamikenaikan
pula. Terutama dalam biaya produksi. Inflasi yang terjadi dalam kasus ini
adalah “Cost Push Inflation”. Karena inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan
dalam biaya produksi. Ini jika inflasi dilihat berdasarkan penyebabnya.
Sementara jika dilihat berdasarkan sumbernya, yang akan terjadi adalah
“Domestic Inflation”, sehingga akan berpengaruh terhadap perekonomian dalam
negeri.Kenaikan harga BBM akan membawa pengaruh terhadap kehidupaniklim
berinvestasi.
Biasanya kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biayaproduksi, naiknya
biaya distribusi dan menaikan juga inflasi. Hargabarang-barang menjadi lebih
mahal, daya beli merosot, kerenapenghasilan masyarakat yang tetap. Ujungnya
perekonomian akanstagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu.Di sisi lain,
kredit macet semakin kembali meningkat, yang palingparah adalah semakin
sempitnya lapangan kerja karena dunia usahamenyesuaikan produksinya sesuai
dengan kenaikan harga sertapenurunan permintaan barang.Hal-hal di atas terjadi
jika harga BBM dinaikkan, Bagaimana jikatidak? Subsidi pemerintah terhadap BBM
akan semakin meningkatjuga. Meskipun negara kita merupakan penghasil minyak,
dalamkenyataannya untuk memproduksi BBM kita masih membutuhkan impor bahan baku
minyak juga.Dengan tidak adanya kenaikan BBM, subsidi yang harus disediakan pemerintah
juga semakin besar. Untuk menutupi sumber subsidi,salah satunya adalah kenaikan
pendapatan ekspor. Karena kenaikan harga minyak dunia juga mendorong naiknya
harga ekspor komoditas tertentu. Seperti kelapa sawit, karena minyak sawit mentah
(CPO) merupakan subsidi minyak bumi. Income dari naiknyaharga CPO tidak akan
sebanding dengan besarnya biaya yang harusdikeluarkan untuk subsidi minyak.
Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Nasional. Kenaikan harga BBM berdampak
pada meningkatnya inflasi. Dampak dari terjadinya inflasi terhadap perekonomian
nasional adalah sebagai berikut:
1. Inflasi akan mengakibatkan perubahan output dan kesempatan kerja
dimasyarakat,
2. Inflasi dapat mengakibatkan ketidak merataan pendapatan dalammasyarakat,
3. Inflasi dapat menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi.Inflasi memiliki
dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi.
Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti
dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional
dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.
Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak
terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian
dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau
mengadakaninvestasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima
pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh
juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka
menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Sementara dampak inflasi bagi masyarakat, ada yang merasa dirugikan dan ada
juga yang diuntungkan. Golongan masyarakat yang dirugikan adalah golongan masyarakat
yang berpenghasilan tetap, masyarakat yang menyimpan hartanya dalam bentuk
uang, dan para kreditur. Sementara golongan masyarakat yang diuntungkan adalah
kaum spekulan, para pedagang dan industriawan, dan para debitur.Inflasi dapat
dikatakan sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu
wilayah negara atau daerah. Yang mana tingkat inflasi menunjukkan perkembangan
harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen
(IHK).Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat
yang berpenghasilan tetap, dan disisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi
darisuatu barang dan jasa.
Terapan Ada beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat diambil
pemerintahdalam upaya :
1. Sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap imporminyak,
pemerintah seharusnya berupaya untuk meningkatkanproduksi minyak nasional
dengan perbaikan iklim investasi di sektorpertambangan minyak sehingga mampu
menggairahkan kegiataneksplorasi dan eksplitasi minyak bumi.
2. Untuk meningkatkan kepercayaan publik, pemerintah seharusnyamelakukan pembenahan
dan audit Pertamina.
3. Upaya untuk menolong dunia usaha yang kian terpuruk akibatkenaikan BBM,
maka pemerintah dapat melakukan: penghapusanekonomi biaya tinggi, penghapusan
berbagai pungutan resmimaupun tidak resmi, penyederhanaan rantai perijinan.
4. Pemerintah harus bersikap dan bertindak tegas terhadap pengusahayang
menggeser kenaikan harga BBM dengan menaikkan hargasecara tidak wajar dan tidak
didukung data yang kuat.
5. Kenaikan kebutuhan bahan pokok dapat meningkatkan kemiskinan secara
tajam, oleh karena itu pemerintah seharusnya mampu mengendalikan harga
kebutuhan pokok ditingkat yang wajar sehingga tidak memberatkan kalangan
konsumen miskin dan kalangan petani sebagai produsen.
6. Pengalihan subsidi BBM ke subsidi langsung sebaiknya diarahkan kearah
kegiatan yang bersifat produktif,jangka panjang, berkelanjutan dan
mampumeningkatkan kapasitas modal manusia seperti programpadat karya,
pengembangan usaha kecil menengah,pendidikan dasar dan kesehatan.
7. Raskin dan Subsidi Tunai Langsung secara masifseperti saat ini harus
diposisikan sebagai Jaring Pengaman Sosial yang bersifat emergency
dansementara. Subsidi Langsung Tunai untuk selanjutnyaseharusnya diberikan
kepada kelompok usia non-produktif diatas 60 tahun yang miskin sebagai
JaminanSosial. Sedangkan kelompok miskin usia produktifdiarahkan untuk berusaha
dan bekerja.
8. Walaupun pencabutan subsidi BBM secara teoriekonomi memiliki argumentasi
yang kuat, pemerintahjuga harus memperhatikan faktor sosial dan politikakibat
pencabutan subsidi BBM.
Selain hal diatas, pemerintah juga dapat melakukan perbaikan- perbaikan
seperti: Pertama memperbaiki fasilitastransportasi umum. Mayoritas masyarakat
Indonesia menggunakan kendaraan pribadi dalam melaksanakan aktivitasnya. Hal
ini tak pelak mengakibatkan konsumsi BBM melonjak. Pengurangan penggunaan
kendaraan pribadi akan mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.
Namun,sayangnya hingga saat ini tidak ada transportasi umum yang cukup nyaman
sehingga masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Mudahnya memperoleh kendaraan
dan pajak barang mewah yang murah menjadikan para pejabat atau masyarakat
menengah ke atas untuk memiliki kendaraan pribadi. Perlunya pengaturan
kendaraan pribadi seperti diJepang dapat mengurangi pemakaian BBM dan sarana angkutan
umum dapat menjadi pilihan masyarakat.Kedua Pemerintah harus melakukan
efisiensi pada berbagailini/pos pengguna APBN terutama biaya operasional dan belanja
negara serta sarana prasarana pejabat yang dinilai terlalu mewah.
Ketiga menekan penguasaan migas oleh asing dan mengembalikannya kedalam
pengelolaan negara sesuai dengan amanatkan pasal 3 ayat (3) UUD1945. Saat ini
pihak asing sudah mengendalikan produksi dan penjualanminyak dari hulu hingga
hilir, setidaknya 89% migas dikuasai oleh asing(Tribun Jabar, 24/3/2012).
Kondisi ini diperparah dengan izin pengelolaan sumur-sumur minyak seperti Blok
cepu yang dikendalikan oleh Exxon Mobilselama 30 tahun kedepan. Begitu juga
sumur minyak yang tersebar di tanah air hampir semuanya dikendalikan oleh
asing. Walupun dulu mantan DirutPertamina Wydia Purnama pernah menentang
kepemilikan asing dan mengatakan pertamina sanggup untuk mengelolanya namun
naluri pemerintah untuk menggadaikan asset negara ini pada asing semakin kuatal
hasil Wydia Purnama “disingkirkan” dari posisinya karena dinilai tidak mendukung
kebijakan pemerintah.Jika minyak bumi dikelola oleh BUMN maka keuntungan akan
lebih dirasakan oleh masyarakat. Pengelolaan yang dominan oleh asing menandakan
negara gagal dalam memanfaatkan SDA yang ada. Kenaikan harga BMM jelas tidak
mensejahterakan rakyat, seharusnya pemerintah memikirkan solusi cerdas seperti
negara penghasil minyak lainnya yang mengelola minyaknya dengan baik dan
menjualnya lebih murah di dalam negeri. Sebut saja harga bensin di Arab Saudi
Rp 1.068,Bahrain Rp 2.403,Kuwait Rp 1.689, Iran Rp 979, Mesir Rp 2.848, Nigeria
Rp 890, Qatar Rp.1.958, Turmekistan Rp 750, bahkan Venezuela menjual hanya Rp
495.Bayangkan negara penghasil minyak sendiri tapi harga BBM melambungtidak
sesuai dengan ekonomi masyarakat,
Keempat hal penting yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan
upaya pemberantasan KKN. Praktek KKN sudah menjadi penyakit yang akut. Survei
TII tahun 2011 menempatkan Indonesia negara terkorupke 4 di dunia. Sungguh prestasi
yang menyakitkan, oleh karena itu sudah saatnya hukuman mati dan pemiskinan
bagi koruptor tanpa tanpa tebang pilih. Jika KKN di negeri yang kaya akan SDA
ini teratasi penulis yakin masyakat akan sejahtera dan tidak akan ada gelombang
penolakan terhadap kebijakan pemerintah.
KESIMPULAN
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak bagi
masyarakat.Dampak yang signifikanakan terjadi pada tingkat inflasi dan pada
kondisi perekonomian nasional. Dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi adalah
akan terjadi kenaikan pada tingkat persentase inflasi. Jumlah uang yang beredar
dimasyarakat akan bertambah, dan akan berdampak pulapada harga berbagai jenis
barang dan jasa. Kondisi perekonomian akan mengalami goncangan,ketidakstabilan
akan terjadi. Iklim investasi akan menurun, sehingga berpengaruh pada jumlah pendapatan
dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi adalah
dengankebijakan moneter. Seluruh instrumen kebijakan moneter efektif dalam
mengurangi dan mengatasi inflasi.
SUMBER:








Tidak ada komentar:
Posting Komentar