Selasa, 11 Juni 2013

PENGARUH NAIKNYA BBM TERHADAP PEREKONOMIAN

Latar Belakang Masalah Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri menyebabkan perubahan perekonomian secara drastis. Kenaikan BBM ini akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang dan jasa-jasa di masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa ini menyebabkan tingkat inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan mempersulit perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap.Jika terjadi kenaikan harga BBM di negara ini, akan sangat berpengaruh terhadap permintaan (demand) dan penawaran (supply). Permintaan adalah keinginan yang disertaidengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan (Rosyidi,2009:291). Sementara penawaran adalah banyaknya jumlah barang dan jasa yangditawarkan oleh produsen pada tingkat harga dan waktu tertentu.Permintaan dari masyarakat akan berkurang karena harga barang dan jasa yang ditawarkan mengalami kenaikan. Begitu juga dengan penawaran, akan berkurang akibat permintaandari masyarakat menurun. Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi melonjak akibat darinaiknya biaya produksi dari barang dan jasa. Ini adalah imbas dari kenaikan harga BBM. Halini sesuai dengan hukum permintaan, “Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barangyang diminta akan turun, dan sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yangdiminta akan bertambah” (Jaka, 2007:58).
Masalah lain yang akan muncul akibat dari kenaikan harga BBM adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadiakibat komponen biaya yang mengalami kenaikan. Kondisi perekonomian Indonesia juga akan mengalami masalah. Daya beli masyarakat akan menurun, munculnya pengangguran baru, dan sebagainya.Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga BBM tidak dapat atau sulit untuk dihindari, karena BBM adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang. Disisi lain, kenaikan harga BBM jugatidak dapat dihindari, karena membebani APBN. Sehingga Indonesia sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik itu tingkat investasi, maupun pembangunan-pembangunan lain yang dapat memajukan kondisi ekonomi nasional.Dengan naiknya tingkat inflasi, diperlukan langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan untuk mengatasinya, demi menjaga kestabilanperekonomian nasional. Diperlukan kebijakan pemerintah, dalam halini Bank Sentral yakni Bank Indonesia untuk mengatur jumlah uangyang beredar di masyarakat. Jumlah uang yang beredar dimasyarakat ini berhubungan dengan tingkat inflasi yang terjadi.Banyaknya uang yang beredar di masyarakat ini adalah dampak konkret dari kenaikan harga BBM.
Bank Indonesia selaku lembaga yang memiliki wewenang untuk mengatasi masalah ini, selain pemerintah tentunya, bertugas untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengatasi inflasi ini adalah dengan mengatur tingkat suku bunga. Kebijakanmenaikan dan menurunkan tingkat suku bunga ini dikenal dengan sebutanpolitik diskonto yang merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter.
 Adapun masalah-masalah yang akan dibahas adalahmengenai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap perekonomian Indonesia, yang didalamnya juga berdampak pada tingkat inflasi. Masalah ini diambil karena kenaikan harga BBM dapatmempengaruhi kondisi perekonomian nasional.
1. Apa saja dampak dari kenaikan harga BBM?
2. Bagaimana dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi dan perekonomian Indonesia?
3. Bagaimana langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM?
Deskriptif Negara Indonesia dikenal dengan salah satu penghasil minyak dunia, namun saat ini Indonesia juga merupakan salah satu negara pengimpor minyak. Hal ini disebabkan karena tiap tahun produksi minyak Indonesia semakin berkurang, sedangkan pemakai akan konsumsi minyak atau BBM tersebut semakin bertambah. Sehingga kenaikan harga minyak menjadi momok yang sangat menakutkan bagi NKRI ini, selama ini pemerintah harus mengeluarkan dana subsidi untuk BBM yang diambil dariAPBN, sehingga kita dapat membeli BBM dengan murah akibat adanya subsidi BBM tersebut. Tetapidengan naiknya harga minyak di dunia pemerintah tidak dapat menjual BBM kepada masyarkatdengan harga yang sama dengan harga yang sebelumnya karena hal itu dapat menyebabkan pengeluaran APBN untuk subsidi BBM semakin tinggi, dan hal ini dapat membuat kacaunya RAPBN yang telah dirumuskan oleh pemerintah sebelumnya. Maka pemerintah mengambil kebijakan untukmenaikan harga bbm.Ada indikasi terhadap penyelewengan – penyelewengan dalam pendistribusian bahan bakar minyak.Di beberapa tempat bahkan muncul spekulasi akan kenaikan harga BBM jadi mereka melakukanpenimbunan BBM agar dapat dijual dengan harga tinggi pada saat harga BBM itu naik. Padahal untuk saat ini tidak aka nada kenaikan untuk BBM bersubsidi yang ada adalah pengurangan BBM bersubsidi itu sendiri maupun kenaikan harga pada sector BBM yang tidak bersubsidi. Pemerintahpun menunda waktu pelaksanaan program BBM bersubsidi yang pernah dicanangkan bahwa BBM bersubsidi hanya akan di berikan terhadap kendaraan kendaraan tertentu.Hal ini sedikit banyak mempengaruhi perekonomian Indonesia karena dengan adanya penimbunan BBM tersebut masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan BBM. Dan kelangkaan itu sangat berpengaruh terhadap harga BBM di pasaran. Hal ini pulalah ( harga BBM ) yang mempengaruhi sebagian besarharga komoditas.
Karena harga BBM naik maka biaya pengangkutan juga akan naik, dan bila harga pengangkutan naik maka harga kebutuhan bahan pokok juga akan naik, dan bilaharga kebutuhan pokok naik maka daya beli masyarakat terhadap suatu barangakan menurun. Daya beli masyarakat yang menurun tentu dapat mempengaruhi pendapatan nasional Indonesia. Dan oleh karena itu pemerintah diharapkan untuk lebih untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap sepukaln BBM, karenahanya dengan spekulasi harga BBM yang akan naik, “ hanya spekulasi “ hal itudapat sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia.Bahkan hanya karena spekulan ini, Indonesia pernah mengalami deficit sekitar 0.6% di tahun 2010 lalu. Diharapkan tahun ini tidak akan terjadi kenikan BBM lagi.Karena dikhawatirkan jika harga BBM naik maka tingkat Inflasi Indonesia juga akannaik. Dan jika peraturan BBM bersubsidi telah diterapkan maka diperkirakan target inflasi pemerintah sebesar 5 plus minus 1% akan sulit tercapai.Terdapat empat faktor yang menyebabkan harga minyak naik pada saat ini antaralain :
1.Invasi Amerika kepada Irak , ini menyebabkan ladang minyak di Irak tidak dapatberfungsi secara optimal sehingga supply minyak menurun
2.Permintaan minyak yang cukup besar dari negara China & India
3.Badai katrina dan badai rita yang melanda melanda daerah Amerika Serikat danmerusak kegiatan produksi yang berada di daerah teluk Meksiko
4.Ketidakmampuan OPEC menstabilkan harga minyak dunia
Apakah pengaruh kenaikan BBM terhadap kondisi perekonomian rakyat Indonesia? Dalam situasi ekonomi masyarakat yang sulit, maka kenaikan BBM bisa kontra produktif. Kenaikan harga BBM akan menimbulkan kemarahan masal,sehingga ketidakstabilan dimasyarakat akan meluas (Hamid, 2000:144).Sebagian masyarakat merasa tidak siap untuk menerima kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM ini merupakan tindakan pemerintah yang beresiko tinggi.Berikut dampak yang di hasilkan apabila harga BBM dinaikkan :
1) Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi lebih mahal.Harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknyabiaya produksi sebagai imbas dari naiknya harga bahan bakar.
2) Apabila harga BBM memang dinaikkan, maka akan berdampak bagiperekonomian khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)
3) Meningkatnya biaya produksi yang diakibatkan oleh: misalnya hargabahan baku, beban transportasi dll.
4) Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus.
5) Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran. Dengan meningkatnyabiaya operasi perusahaan, maka kemungkinan akan terjadi PHK.
6) Inflasi akan terjadi jika harga BBM mengalami kenaikan. Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi suatu barang ataujasa.Jika terjadi kenaikan harga BBM, maka akan terjadi inflasi. Terjadinya inflasi ini tidak dapat dihindari karena bahan bakar, dalam hal inipremium, merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, danmerupakan jenis barang komplementer. Meskipun ada berbagai carauntuk mengganti penggunaan BBM, tapi BBM tidak dapat dipisahkandari kehidupan masyarakat sehari-hari.Inflasi akan terjadi karena apabila subsidi BBM dicabut, harga BBMakan naik. Masyarakat mengurangi pembelian BBM. Uang tidaktersalurkan ke pemerintah tapi tetap banyak beredar di masyarakat.Jika harga BBM naik, harga barang dan jasa akan mengalamikenaikan pula. Terutama dalam biaya produksi. Inflasi yang terjadi dalam kasus ini adalah “Cost Push Inflation”. Karena inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya produksi. Ini jika inflasi dilihat berdasarkan penyebabnya. Sementara jika dilihat berdasarkan sumbernya, yang akan terjadi adalah “Domestic Inflation”, sehingga akan berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri.Kenaikan harga BBM akan membawa pengaruh terhadap kehidupaniklim berinvestasi.
Biasanya kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biayaproduksi, naiknya biaya distribusi dan menaikan juga inflasi. Hargabarang-barang menjadi lebih mahal, daya beli merosot, kerenapenghasilan masyarakat yang tetap. Ujungnya perekonomian akanstagnan dan tingkat kesejahteraan terganggu.Di sisi lain, kredit macet semakin kembali meningkat, yang palingparah adalah semakin sempitnya lapangan kerja karena dunia usahamenyesuaikan produksinya sesuai dengan kenaikan harga sertapenurunan permintaan barang.Hal-hal di atas terjadi jika harga BBM dinaikkan, Bagaimana jikatidak? Subsidi pemerintah terhadap BBM akan semakin meningkatjuga. Meskipun negara kita merupakan penghasil minyak, dalamkenyataannya untuk memproduksi BBM kita masih membutuhkan impor bahan baku minyak juga.Dengan tidak adanya kenaikan BBM, subsidi yang harus disediakan pemerintah juga semakin besar. Untuk menutupi sumber subsidi,salah satunya adalah kenaikan pendapatan ekspor. Karena kenaikan harga minyak dunia juga mendorong naiknya harga ekspor komoditas tertentu. Seperti kelapa sawit, karena minyak sawit mentah (CPO) merupakan subsidi minyak bumi. Income dari naiknyaharga CPO tidak akan sebanding dengan besarnya biaya yang harusdikeluarkan untuk subsidi minyak.
Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Nasional. Kenaikan harga BBM berdampak pada meningkatnya inflasi. Dampak dari terjadinya inflasi terhadap perekonomian nasional adalah sebagai berikut:
1. Inflasi akan mengakibatkan perubahan output dan kesempatan kerja dimasyarakat,
2. Inflasi dapat mengakibatkan ketidak merataan pendapatan dalammasyarakat,
3. Inflasi dapat menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi.Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakaninvestasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Sementara dampak inflasi bagi masyarakat, ada yang merasa dirugikan dan ada juga yang diuntungkan. Golongan masyarakat yang dirugikan adalah golongan masyarakat yang berpenghasilan tetap, masyarakat yang menyimpan hartanya dalam bentuk uang, dan para kreditur. Sementara golongan masyarakat yang diuntungkan adalah kaum spekulan, para pedagang dan industriawan, dan para debitur.Inflasi dapat dikatakan sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah negara atau daerah. Yang mana tingkat inflasi menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen (IHK).Dengan demikian angka inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap, dan disisi lain juga mempengaruhi besarnya produksi darisuatu barang dan jasa.
Terapan Ada beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat diambil pemerintahdalam upaya :
1. Sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap imporminyak, pemerintah seharusnya berupaya untuk meningkatkanproduksi minyak nasional dengan perbaikan iklim investasi di sektorpertambangan minyak sehingga mampu menggairahkan kegiataneksplorasi dan eksplitasi minyak bumi.
2. Untuk meningkatkan kepercayaan publik, pemerintah seharusnyamelakukan pembenahan dan audit Pertamina.
3. Upaya untuk menolong dunia usaha yang kian terpuruk akibatkenaikan BBM, maka pemerintah dapat melakukan: penghapusanekonomi biaya tinggi, penghapusan berbagai pungutan resmimaupun tidak resmi, penyederhanaan rantai perijinan.
4. Pemerintah harus bersikap dan bertindak tegas terhadap pengusahayang menggeser kenaikan harga BBM dengan menaikkan hargasecara tidak wajar dan tidak didukung data yang kuat.
5. Kenaikan kebutuhan bahan pokok dapat meningkatkan kemiskinan secara tajam, oleh karena itu pemerintah seharusnya mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok ditingkat yang wajar sehingga tidak memberatkan kalangan konsumen miskin dan kalangan petani sebagai produsen.
6. Pengalihan subsidi BBM ke subsidi langsung sebaiknya diarahkan kearah kegiatan yang bersifat produktif,jangka panjang, berkelanjutan dan mampumeningkatkan kapasitas modal manusia seperti programpadat karya, pengembangan usaha kecil menengah,pendidikan dasar dan kesehatan.
7. Raskin dan Subsidi Tunai Langsung secara masifseperti saat ini harus diposisikan sebagai Jaring Pengaman Sosial yang bersifat emergency dansementara. Subsidi Langsung Tunai untuk selanjutnyaseharusnya diberikan kepada kelompok usia non-produktif diatas 60 tahun yang miskin sebagai JaminanSosial. Sedangkan kelompok miskin usia produktifdiarahkan untuk berusaha dan bekerja.
8. Walaupun pencabutan subsidi BBM secara teoriekonomi memiliki argumentasi yang kuat, pemerintahjuga harus memperhatikan faktor sosial dan politikakibat pencabutan subsidi BBM.
Selain hal diatas, pemerintah juga dapat melakukan perbaikan- perbaikan seperti: Pertama memperbaiki fasilitastransportasi umum. Mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan pribadi dalam melaksanakan aktivitasnya. Hal ini tak pelak mengakibatkan konsumsi BBM melonjak. Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi akan mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. Namun,sayangnya hingga saat ini tidak ada transportasi umum yang cukup nyaman sehingga masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Mudahnya memperoleh kendaraan dan pajak barang mewah yang murah menjadikan para pejabat atau masyarakat menengah ke atas untuk memiliki kendaraan pribadi. Perlunya pengaturan kendaraan pribadi seperti diJepang dapat mengurangi pemakaian BBM dan sarana angkutan umum dapat menjadi pilihan masyarakat.Kedua Pemerintah harus melakukan efisiensi pada berbagailini/pos pengguna APBN terutama biaya operasional dan belanja negara serta sarana prasarana pejabat yang dinilai terlalu mewah.
Ketiga menekan penguasaan migas oleh asing dan mengembalikannya kedalam pengelolaan negara sesuai dengan amanatkan pasal 3 ayat (3) UUD1945. Saat ini pihak asing sudah mengendalikan produksi dan penjualanminyak dari hulu hingga hilir, setidaknya 89% migas dikuasai oleh asing(Tribun Jabar, 24/3/2012). Kondisi ini diperparah dengan izin pengelolaan sumur-sumur minyak seperti Blok cepu yang dikendalikan oleh Exxon Mobilselama 30 tahun kedepan. Begitu juga sumur minyak yang tersebar di tanah air hampir semuanya dikendalikan oleh asing. Walupun dulu mantan DirutPertamina Wydia Purnama pernah menentang kepemilikan asing dan mengatakan pertamina sanggup untuk mengelolanya namun naluri pemerintah untuk menggadaikan asset negara ini pada asing semakin kuatal hasil Wydia Purnama “disingkirkan” dari posisinya karena dinilai tidak mendukung kebijakan pemerintah.Jika minyak bumi dikelola oleh BUMN maka keuntungan akan lebih dirasakan oleh masyarakat. Pengelolaan yang dominan oleh asing menandakan negara gagal dalam memanfaatkan SDA yang ada. Kenaikan harga BMM jelas tidak mensejahterakan rakyat, seharusnya pemerintah memikirkan solusi cerdas seperti negara penghasil minyak lainnya yang mengelola minyaknya dengan baik dan menjualnya lebih murah di dalam negeri. Sebut saja harga bensin di Arab Saudi Rp 1.068,Bahrain Rp 2.403,Kuwait Rp 1.689, Iran Rp 979, Mesir Rp 2.848, Nigeria Rp 890, Qatar Rp.1.958, Turmekistan Rp 750, bahkan Venezuela menjual hanya Rp 495.Bayangkan negara penghasil minyak sendiri tapi harga BBM melambungtidak sesuai dengan ekonomi masyarakat,
Keempat hal penting yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan upaya pemberantasan KKN. Praktek KKN sudah menjadi penyakit yang akut. Survei TII tahun 2011 menempatkan Indonesia negara terkorupke 4 di dunia. Sungguh prestasi yang menyakitkan, oleh karena itu sudah saatnya hukuman mati dan pemiskinan bagi koruptor tanpa tanpa tebang pilih. Jika KKN di negeri yang kaya akan SDA ini teratasi penulis yakin masyakat akan sejahtera dan tidak akan ada gelombang penolakan terhadap kebijakan pemerintah.
KESIMPULAN
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak bagi masyarakat.Dampak yang signifikanakan terjadi pada tingkat inflasi dan pada kondisi perekonomian nasional. Dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi adalah akan terjadi kenaikan pada tingkat persentase inflasi. Jumlah uang yang beredar dimasyarakat akan bertambah, dan akan berdampak pulapada harga berbagai jenis barang dan jasa. Kondisi perekonomian akan mengalami goncangan,ketidakstabilan akan terjadi. Iklim investasi akan menurun, sehingga berpengaruh pada jumlah pendapatan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi adalah dengankebijakan moneter. Seluruh instrumen kebijakan moneter efektif dalam mengurangi dan mengatasi inflasi.
SUMBER:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar